Bookmark

Generasi Alienasi (Yang Terasing)

Sering kita menemukan atau bahkan kita sendiri pernah merasakan terasing baik dikeluarga maupun dilingkungan sosial. Perasaan terasing ini lebih dikenal dengan istilah Alienated atau Alienasi. Alienated atau alienasi menggambarkan perasaan terasing, kesenjangan, dan putus hubungan antara manusia dengan lingkungan sosialnya. Keniston dalam tulisannya berjudul "Alienated Youth" menyebutkan bahwa gejala alienasi diantaranya; rasa curiga (distrust), pesimisme, kebencian dan kemarahan (resentment), kecemasan, egosentrisme, perasaan sebagai orang yang diluar lingkungan (the sense of being an outsider), penolakan terhadap nilai-nilai yang konvensional, dan perasaan tersisihkan (feeling of distance from others).
Alienasi dapat hinggap dalam kehidupan siapapun yang hal itu bisa lahir dari berbagai hal dalam kehidupan manusia. Gejala tersebut terjadi akibat dari cara pandang yang dualistik-atomisitik-mekanisitik-materialistik[1].
Akibat alienasi tersebut generasi muda dapat memberikan reaksi[2] yang bermacam-macam diantaranya:

1. Ketidakpatuhan terhadap aturan sosial (violation and disobidience), dan muncul dalam bentuk perilaku kriminal, delinkuen, sosiopati (anti sosial).
2. Salah penyesuaian (maldaption) dan pengisolasian diri (withdrawal) yang muncul dalam bentuk penarikan diri dari pergaulan (isolasi), neurosis, skhisofrenia, adiksi (ketergantungan obat, narkotik, alkohol, dan sebagainya).
3. Penolakannya terhadap nilai-nilai budaya yang berlaku, yang dapat tampil dalam bentuk kreatif (artistic creativity) yang mencerminkan alienasi.
4. Pemberotakan ideologis maupun politis yang dapat tampil dalam bentuk radikalisme dan fundamentalisme radikal, agitasi, civil disobedience (menolak mematuhi aturan pemerintah), terorisme, atau menciptakan ideologi (aliran dan mazhab) baru.
5. Acting Out, yang dapat berupa perilaku seksual yang menyimpang, homoseksualitas (sebagai unjuk rasa penolakan terhadap nilai-nilai konvensional tentang seks), dan penghancuran diri (termasuk bunuh diri). Melarikan diri ke narkotika dan alkohol dapat pula merupakan manifestasi dari keinginan untuk menghancurkan diri sendiri ataupun penolakan terhadap nilai-nilai konvensional.

Gejala alienasi tidak saja terjadi pada perseorangan tetapi dapat juga menggejala pada masyarakat secara menyeluruh pada suatu daerah atau negara dari berbagai gejolak yang terjadi pada masyarakat seperti di tulis Center for Moderate Muslim Indonesia; "Masyarakat modern telah teralienasi lantaran menjual dirinya di pasar, dan kehilangan martabat yang mencirikan kemanusiaannya. Alienasi tersebut telah menghilangkan keunikan manusia sebagai khalifah Allah. Karakter masyarakat modern didominasi oleh orientasi pasar, dimana keberhasilan seseorang bergantung pada sejauh mana nilai jualnya di pasar. Karena manusia modern mengalami dirinya sebagai penjual sekaligus sebagai komoditi untuk dijual di pasar, maka penghargaan dirinya bergantung pada kondisi di luar kontrolnya. Seandainya dia berhasil, maka dia bernilai di mata masyarakat, dan sebaliknya seandainya gagal, maka dia tidak bernilai."[3]

Alienasi merupakan hasil dari eksploitasi Kapitalisme-liberal[4] yang merupakan konsep Marx tertulis dalam karyanya Das Kapital dan karya-karyanya yang lain. Maka dari itu untuk keluar dan mengatasi gejala-gejala alienasi tidak ada jalan lain kecuali kembali kepada sistem yang di ridlhoi Allah SWT yaitu syariah. Selamatkan generasi Indonesia dengan Syariah...

Referensi:

1. Dian, Menuju Pandangan-Dunia Holisitik: Sebuah Pengantar Singkat
2. Dr. Kartono Muhamad, Seminar Tentang Remaja, diterbitkan pada ajalah Bulanan Nasehat Perkawinan dan Keluarga No. 246/Th. XX/Desember 1992.
3. Alienasi dan Peradaban Modern
4. Wikipedia : Alienasi
5. Gambar diambil dari widayat.student.umm.ac.id

0 komentar:

Posting Komentar